Archive for April, 2008

Akhirnya Berani Juga

April 30th, 2008

Posting saya sebelumnya mempertanyakan tentang motivasi menaikkan harga. Saya mengatakan bahwa yang dalam waktu dekat harganya akan dinaikkan adalah listrik dan BBM.

Kemarin saya menerima pemberitahuan resmi dari PLN bahwa per Mei 2008 akan diberlakukan sistem insentif dan disinsentif bagi pelanggan dengan daya 2200 KVA keatas. Pagi ini 2 surat kabar langganan saya memberitakan bahwa per Juni 2008 harga BBM akan dinaikkan.

Akhirnya berani juga ya… karena hidup memang harus memilih…

Nah sekarang saatnya bagi kita, sebagai konsumen listrik dan BBM,  untuk beradaptasi. Kalau kondisi keuangan memungkinkan maka gaya hidup yang dijalani selama ini silahkan diteruskan. Tapi sebaliknya, kalau tidak memungkinkan siap siaplah untuk meninggalkan zona kenyamanan. Dari 2 alternatif itu, sekali lagi kita harus memilih..

Eh.., jangan berhenti sampai disitu. Berikutnya sudah masuk dalam antrian daftar barang atau jasa yang juga akan dinaikkan harganya. Tunggu saja beritanya.. atau dengan kata lain bersiaplah untuk memilih lagi.

Kenaikan Harga

April 28th, 2008

Apa sebenarnya motivasi menaikkan harga ? Beragam jawabannya.

Jawaban paling klasik adalah menyesuaikan biaya produksi yang mengalami kenaikan juga. Dalam konteks ini berarti produsen mencoba untuk mempertahankan besaran laba. Ada juga yang beralasan untuk mengurangi permintaan karena kewalahan memproduksi. Kalau alasannya begini artinya produsen memang memiliki posisi tawar yang lebih tinggi. Yang lainnya mungkin beralasan untuk mengurangi besarnya subsidi, yang artinya harga yang ditetapkan memang dibawah harga yang seharusnya. Berapapun besarnya.

Apapun alasannya, pilihan untuk menaikkan harga membawa konsekuensi. Kalau tidak mengapa harus takut dinaikkan ?

Sekedar contoh daftar barang/jasa yang harganya semestinya akan naik adalah bensin dan listrik. Setelah faham alasannya apakah sebagai konsumen kita masih takut ?

Hemat Listrik

April 28th, 2008

Apa sebenarnya makna di balik himbauan untuk menghemat pemakaian listrik ?

Dari prespektif yang positif, himbauan tersebut mengajak kita untuk meningkatkan produktifitas melalui efesiensi. Sebagaimana kita tahu produktifitas merupakan hasil pembagian antara keluaran dengan masukan. Peningkatan produktifitas oleh karenanya bisa dengan meningkatkan keluaran atau menurunkan masukan. Penghematan listrik adalah penurunan masukan.

Prespektif lain bisa menafsirkan bahwa pengehamatan listrik merupakan upaya untuk menyeimbangkan konsumsi dengan produksi. Indikasinya adalah produksi lebih kecil dari konsumsi. Dalam prespektif ini maka penghematan sama dengan pengurangan.

Per difinisi penghematan adalah lawan kata pemborosan. Artinya kita perlu berhemat karena selama ini pemakaian melebihi kebutuhan. Prespektif ini secara langsung terkait dengan produktifitas yang rendah.

Berikutnya adalah pertanyaan yang paling relevan untuk diajukan, mengapa kita harus hemat listrik ? Saya yakin akan lebih dari satu jawabannya. Agar kita bisa melaksanakan himbauan hemat listrik kita harus bisa menjawab pertanyaan tersebut. Karena jawabannya lebih dari satu maka mau tidak mau kita harus memilih. Pilihan akan tepat bila jawabannya menyentuh akar permasalahan.

Silahkan direnungkan.